Stop AIDS

Stop AIDS! Keep The Promise

wad_pic.jpgAgenda dunia mencatat 1 Desember sebagai hari AIDS Internasional, yang dicanangkan oleh organisasi internasional peduli AIDS “World AIDS Campaign” sejak tahun 1988 untuk menunjukkan keprihatinan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh HIV.

HIV adalah Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sedangkan AIDS adalah kumpulan gejala atau syndrome yang disebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia karena infeksi HIV.

Coba bayangkan suatu negara tanpa adanya angkatan perang, begitu juga tubuh yang kehilangan sistem kekebalan tubuhnya akan mudah terserang penyakit, mikroorganisme yang sebelumnya tidak berbahaya akan menjadi mikroorganisme yang berbahaya bagi tubuh.

Pada infeksi HIV, akan terjadi perusakan limfosit CD4+ yang merupakan cellular mediated immunity karena limfosit CD4+ memiliki daya tarik terhadap virus HIV. Dengan rusaknya limfosit CD4+ yang berfungsi mengkoordinasi berbagai fungsi imun lainnya yang penting berakibat terjadinya gangguan imun progresif.

Penyakit ini menular melalui kontak seksual, transfusi darah, transplasenta melalui ibu ke anaknya dan narkoba (Intravenous Drugs Use). Dahulu kelompok resiko tinggi untuk tertular HIV adalah homoseksual dan biseksual, PSK (Pekerja Seks Komersial), pecandu obat bius, penderita talasemia, bayi dengan ibu penderita HIV. Namun sekarang semua orang mempunyai resiko terinfeksi HIV.

Yang perlu menjadi perhatian adalah sampai saat ini, belum ditemukan obat-obatan yang benar-benar bermanfaat untuk penyakit ini. Obat-obatan yang saat ini dgunakan seperti Lamivudin, Zidovudine, Nevirapin dll hanyalah berfungsi mengendalikan virus HIV.

Kasus AIDS pertama kali dilaporkan tahun 1981, dan ditemukan di Indonesia tahun 1987 di Bali pada seorang warga Belanda. Hingga Desember 2005, WHO memperkirakan terdapat 35,9-44,3 juta orang yang hidup dengan HIV maupun AIDS. Sementara menurut laporan DepKes sejak 1 Januari 1987-30 Juni 2006, di Indonesia terdapat 4527 kasus HIV dan 6332 kasus AIDS yang ditularkan melalui Intravenous Drug Use(IDU). Dengan perhitungan bahwa setiap ditemukan 1 kasus yang ditemukan terdapat 10 kasus lainnya yang tidak dilaporkan, maka diperkirakan di Indonesia terdapat 45.270 kasus HIV dan 63320 kasus AIDS. Hal ini sungguh merupakan hal yang luar biasa.

Dengan melihat angka-angka di atas, muncul pertanyaan besar yang patut dipikirkan, Mengapa kasus HIV/AIDS semakin bertambah? Apa yang salah? Pemerintah dengan StraNas (Strategi Nasional) penanggulangan HIV/AIDS , LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) peduli HIV/AIDS dan organisasi lainnya terus “berteriak” untuk menanggulangi peyebaran penyakit ini. Namun sekali lagi, semua itu butuh dukungan dari perhatiaan dari semua aspek masyarakat lainnya.

Oleh karena itulah, peringatan hari AIDS Internasional 1 Desember 2006 ini mengangkat tema “Accountability, Stop AIDS! Keep The Promise”. Dengan harapan pemerintah berupaya lebih keras menanggulangi masalah ini dan tidak lupa akan janjinya, begitu juga organisasi sosial masyarakat peduli AIDS lainnya. Masyarakat juga dituntut untuk sadar dan kalau perlu “mengikat janji” untuk ikut serta dalam menanggulangi masalah yang mendunia ini. Dengan adanya dukungan dari semua pihak dan tekad yang kuat, tentu penyebaran virus ini akan dapat diatasi.

 

Respon untuk “Stop AIDS! Keep The Promise”